Rabu, 02 Februari 2011

SETETES KEBURUKAN DALAM LAUTAN KEBAIKAN

SETETES KEBURUKAN DALAM LAUTAN KEBAI

 
Taukah anda apakah maksud judul ini?? SETETES KEBURUKAN DALAM LAUTAN KEBAIKAN
Mari kita lihat dan renungkan apabila ada Segelas Air Teh yang manis kemudian kemasukan kotoran binatang cicak yang kecilll, apa yang anda lakukan?? Membuang Air Teh itu?? atau malah meminumnya... saya rasa anda pasti membuangnya karena jijik dengan kotoran binatang yang masuk itu. Lantas apa hubungannya dengan  judul "SETETES KEBURUKAN DALAM LAUTAN KEBAIKAN"?

Segelas Air Teh yang manis yang kemasikan kotoran binatang yang kecil adalah ibarat. Apabila kita masukkan ke judul Ibarat Segelas Air Teh adalah Lautan Kebaikan, dan kotoran binatang yang kecil adalah Setetes Keburukan. Sama kan?? Tetapi apa maksudnya???

Kita dunia pastilah ingin melakukan kebaikan atau amal kebajikan. Ketika kita melakukan amal kebaikan yang banyak sekali yang kita lakukan, kadang-kadang kita sudah lega dengan amal kebaikan kita. Tanpa menyadari ketika kita terdesak melakukan keburukan Kita berfikir "Saya sudah melakukan banyak kebaikan, kalau 1 kali saja saya melakukan keburukan ini berarti amal buruk ini akan lebih sedikit dari pada kebaikan. Jadi apa salahnya buat sedikit saja keburukan??" Setelah berfikir begitu kita langsung melaksanakan keburukan itu. Apakah anda menyadari keburukan itu?? dan Apakah benar yang anda lakukan itu??

SALAH!! itulah jawaban yang benar. Anda salah menafsirkan sedikit keburukan itu di dalam banyaknya kebaikan. Ketika kita melakukan kebaikan kita harus terus menerus untuk melakukan kebaikan itu. Jangan sampai anda melakukan keburukan sekecil apapun dengan embel-embel bahwa anda sudah melakukan banyak kebaikan. Apakah anda mau meminum, Minuman teh yang kemasukkan kotoran yang kecil?? Tidak mau kan? Jijik kan? Sama saja dengan, Apakah anda mau meskipun melakukan buanyak amal kebaikan sesudah itu melakukan perbuatan jahat/buruk yang sangat kecil pun?? Nggak kan?

Memang manusia itu tidak luput dari salah, tetapi Alangkah baiknya Jika kita membuang sejauh-jauhnya perbuatan buruk itu. Baik dan Buruk kita memang sudah di takdirkan oleh Allah, tetapi itu takdir yang dapat diubah selama manusianya mau berusaha merubah itu. Jadi mulai sekarang, ayolah kita berusaha melakukan kebaikan/menjalankan Perintah Allah dan menjauhi semua keburukan/ menjauhi Larangan Allah. Semoga kita masih diberi waktu oleh Allah untuk menginstropeksi diri kita, sehingga kita tahu akan kesalahan kita dan berusaha selalu membenahinya dan menjadi Insan yang bertakwa. Amin...

1 komentar: